Indonesia merupakan salah satu Negara dengan penganut agama islam terbesar di dunia. Fakta tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar perubahan di negeri ini bergantung pada suara masyarakat muslim di Indonesia. Islam itu sendiri pun terbagi dalam beberapa aliran/gerakan yang menjadi wadah semua aspirasi masyarakat yang tergabung di dalamnya. Salah satu gerakan Islam yang kuat di Indonesia yang merupakan sarana perpolitikan mahasiswa muslim adalah KAMMI.

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) merupakan salah satu gerakan islam yang muncul di akhir masa orde baru, yaitu pada 29 April 1998. Munculnya gerakan KAMMI ini merupakan jawaban atas keresahan mahasiswa muslim akan tidak adanya sebuah organisasi yang mewadahi aspirasi mereka. lahirnya KAMMI ini dapat memunculkan mimpi baru dikalangan mahasiswa muslim untuk ikut berperan dalam pembangunan di negeri yang masih berkembang ini. Gerakan KAMMI ini jugalah yang sangat berperan dalam menumbangkan rezim orde baru yang sudah berkuasa selama 32 tahun lebih. Suatu masa dimana kediktatoran pemerintahan Soeharto telah merubah sebagian besar tatanan kehidupan rakyat.

Berbicara mengenai sebuah gerakan islam, UGM juga termasuk salah satu Universitas yang di dalam lingkungan kampusnya bercampur baur berbagai macam gerakan mahasiswa. HMI, KAMMI, GMNI, dan berbagai gerakan lainnya dari yang paling ekstreem hingga yang penuh dengan nuansa keislaman dan pembinaan telah menghiasi kehidupan politik di kampus ini. Munculnya berbagai gerakan di lingkungan kampus ini, dapat memberikan pembelajaran politik praktis bagi mahasiswa UGM. Dimana peran dan fungsi mahasiswa sebagai Agent of Change (Agen Perubahan) akan dituntut untuk benar-benar memberikan kontribusi positif dalam kehidupan politik di Indonesia ini.

Kancah perpolitikan di Indonesia saat ini telah berada dalam suatu masa yang disebut dengan “Demokrasi”. Di mana setiap elemen masyarakat juga akan ikut terlibat dalam kehidupan politik yang menghiasi perkembangan negeri yang kaya akan suku bangsa ini. Setiap masyarakat sudah ikut berperan aktif dalam pemilihan Pemimpin Negara, serta memberikan aspirasi melalui perwakilan yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Akan tetapi, apakah sistem demokrasi yang ada saat ini akan bisa membawa Indonesia menjadi sebuah Negara maju??

Jawabannya tentu saja tidak kawan-kawanku semuanya. Sistem demokrasi yang ada di negeri ini masih banyak ketimpangan di berbagai sudut. Hal itu dapat kita lihat yang pertama dari moral wakil-wakil rakyat yang ada di DPR. Jabatan atau kekuasaan di DPR dianggap sebagai suatu batu loncatan tertinggi untuk menerobos jembatan ekonomi menengah ke atas. Akibatnya, para wakil rakyat kita bukan lagi menjadi wakil untuk menyalurkan aspirasi rakyat kepada pemerintah, melainkan  untuk perwajahan rakyat yang kaya. Semua orang berlomba-lomba untuk bisa menduduki kursi di DPR hanya untuk meningkatkan derajat ekonomi mereka di masyarakat.

Fenomena seperti inilah yang sedang terjadi di lingkungan kita saat ini. Lalu apakah mahasiswa sebagai Agent of Change berdiam diri dengan keadaan Negara yang seperti ini. Tidak. Mahasiswa yang memiliki peran sebagai jembatan antar lidah rakyat dan telinga pemerintah harus bisa mewujudkan perubahan yang baik di negeri ini. Oleh karena itu pula, perlunya pembelajaran politik praktis di wilayah kampus mahasiswa.

Pembelajaran politik praktis di lingkungan kampus ini dirasa penting agar ketika nantinya mahasiswa terjun dalam lingkungan masyarakat bisa lebih terdidik dalam segi moral maupun kapasitas sebagai pemegang kebijakan. Harapannya beberapa tahun kemudian, orang-orang pilihan yang menjadi wakil rakyat di DPR adalah orang-orang yang benar sudah terdidik dalam moral maupun wawasan. Mereka tidak lagi menjadi wakil yang haus akan kekuasaan dan harta.

Di lingkungan kampus UGM, pembelajaran politik praktis bisa dilihat dari pemilihan Presiden Mahasiswa (Presma) dalam Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira). Dalam Pemira ini, Presma dipilih langsung oleh mahasiswa dengan menggunakan sistem partai mahasiswa. Selain memilih seorang presma, mahasiswa juga dituntut untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Momentum pemira ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran politik praktis di kampus di samping kegiatan lainnya seperti adanya berbagai macam organisasi, dan lain-lain.

Melalui Pemira ini, KAMMI juga tetap berkontribusi untuk memberikan pembelajaran politik bagi mahasiswa. Dalam hal ini, KAMMI tentu saja bukan sebuah partai mahasiswa yang bisa diikutkan dalam proses Pemira. Karena KAMMI merupakan sebuah organisasi ekstra kampus. Oleh karena itulah dibentuk Partai Bunderan sebagai sarana menyalurkan misi dakwah KAMMI dalam pemira. Dari sejumlah kegiatan tersebut, KAMMI sudah cukup kokoh dalam pembentukan kader dan pembelajaran politik di lingkungan kampus UGM.

Melalui berbagai perwajahan KAMMI ini, saya akan bisa mengoptimalkan peran dan fungsi saya sebagai mahasiswa serta mewujudkan kehidupan masyarakat kampus UGM yang ideal. Kehidupan kampus yang penuh dengan interaksi keislaman serta berlomba-lomba dalam kebaikan. Suatu kehidupan kampus dimana semua aspek kehidupan baik itu politik, sosial, ekonomi, maupun budaya telah berlandaskan ajaran Islam.

Kehidupan perpolitikan serta dakwah di sebuah universitas dengan 18 fakultas ini tentu saja membutuhkan tangan-tangan kreativ untuk memperbaiki sistem yang ada saat ini. Sehingga diharapkan kehidupan kampus yang ideal seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bisa terwujud. Hal itu tentu saja dengan mengoptimalkan peran-peran kader yang ada di tiap-tiap fakultas yang ada di UGM ini.

Fakultas Mipa merupakan salah satu fakultas dimana gerakan KAMMI telah berhasil menutup jalan masuk gerakan lainnya. Akan tetapi, “hedonisme” telah merasuki sebagian besar HMJ yang ada di Fakultas MIPA. Wilayah itulah yang kemudian menjadi target kami sebagai kader Tarbiyah di Fakultas MIPA untuk bisa berdakwah di sana.

Kehidupan politik di FMIPA saat ini sudah cukup dinamis. Partai Solusi merupakan salah satu perwajahan dari gerakan KAMMI untuk perpolitikan di fakultas Mipa. Selama 8 tahun ini, partai Solusi selalu memenangkan posisi-posisi strategis dalam melancarkan misi dakwah termasuk di DPM dan di BEM. Saat ini, saya diamanhi sebagai presiden partai Solusi. Melalui inilah saya akan mendinamisasikan pembelajaran politik praktis di fakultas Mipa serta memantapkan posisi dakwah di fakultas ini. Semoga beban amanah ini bisa saya laksanakan dengan baik untuk mewujudkan kehidupan masyarakat kampus yang ideal.

            Selain melalui sistem perpolitikan yang ada di kampus, kader dakwah KAMMI juga perlu melakukan pendekatan secara personal. Dimana pendekatan seperti inilah yang sangat efektif pada masa dimana kepercayaan mahasiswa terhadap suatu lembaga dakwah menurun. Kader dakwah tidak laku kaku terhadap arus globalisasi saat ini. Dengan menguasai semua bidang globalisasi ini, Insya Allah setiap kader akan bisa lebih dekat dengan mahasiswa lainnya dan bisa berdakwah dengan efektif.

Harapannya, semua kegiatan yang kita lakukan ini benar-benar merupakan sebuah keutamaan yang akan mendinamisasikan kehidupan kampus dengan kegiatan dakwah.

Amien..

HIDUP MAHASISWA UGM..!!

ALLAHU AKBAR..!!

(Tulisan syarat DM1 KAMMI UGM)

Iklan