Latar Belakang

Indonesia sangat berpotensi menjadi kiblat demokrasi di kawasan Asia, berkat keberhasilan mengembangkan dan melaksanakan sistem demokrasi. Menurut Ketua Asosiasi Konsultan Politik Asia Pasifik (APAPC), Pri Sulisto, keberhasilan Indonesia dalam bidang demokrasi bisa menjadi contoh bagi negara-negara di kawasan Asia yang hingga saat ini beberapa di antaranya masih diperintah dengan ‘tangan besi’.

Negara-negara maju dan berkembang saat ini mulai berlomba-lomba mengembangkan sistem demokrasi yang paling ideal di negaranya. Amerika, sebagai Negara dengan sistem demokrasi cukup ideal saat ini membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun lamanya untuk sampai pada masa sekarang setelah merdeka. Indonesia, sebagai salah satu Negara penganut sistem demokrasi juga sedang berusaha memperbaiki sistem demokrasi yang sudah diterapkan. Sebagai Negara yang baru merdeka pada tahun 1945, tentu ada banyak sekali sistem dalam pemerintahan yang masih perlu untuk diperbaiki.

Berbagai macam pandangan tentang sistem pemerintahan ditemukan dalam masyarakat kita. Ada yang berpendapat bahwa demokrasi, walapun tidak sempurna, selalu dipandang yang terbaik bagi negara kita. Ada juga yang berpendapat bahwa dalam keadaan tertentu pemerintahan bukan demokrasi atau otoriter bisa diterima. Dan ada juga yang berpendapat bahwa bentuk pemerintahan apapun, demokrasi ataupun bukan demokrasi atau otoriter, tidak penting bagi negara kita.

sumber : lembaga survey Indonesia ( 2010 )

            Terdapat 75% masyarakat lebih memilih demokrasi sebagai sebuah sistem pemerintahan terbaik untuk Negara kita. Lantas apa demokrasi itu sebenarnya?

 

Demokrasi

            Demokrasi adalah sebuah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat (http://id.wikipedia.org/). Begitulah pemahaman yang paling sederhana tentang demokrasi, yang diketahui oleh hampir semua orang. Dengan sistem demokrasi, setiap rakyat diberi kebebasan untuk menyatakan pendapatnya kepada pemerintah. Dalam hal ini kekuasaan sepenuhnya berada di tangan rakyat. Oleh karena itu, siapapun yang berhasil menguasai opini publik, maka dialah yang akan keluar sebagai pemenang dalam pertarungan demokrasi ini.

            Terpilihnya kembali Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai presiden RI pada pemilihan presiden 2009 dengan satu putaran merupakan bukti tingginya kepercayaan publik terhadap SBY. Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja SBY periode sebelumnya merupakan salah satu faktor penting yang meningkatkan elektabilitas SBY dalam pemilu 2009 ini. Dengan dukungan 60,80 persen suara dan 75,53 persen kursi di DPR, merupakan sebuah kekuatan yang sangat besar untuk menunjukkan sebuah kediktatoran dalam  pemerintahan SBY.

Sebagai seorang pemimpin sekaligus penguasa di negeri ini, tentu ada banyak sekali tanggung jawab yang harus segera diselesaikan oleh SBY pada periode kedua pemerintahannya ini. Berbagai permasalahan besar di negeri ini menunggu sentuhan ketegasan kepemimpinannya untuk segera diselesaikan. Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah karena begitu besarnya pertanggungjawaban ketika di dunia maupun di akhirat kelak. Namun, kenapa banyak sekali orang yang justru tertarik untuk menjadi pemimpin di negeri ini dengan berbagai macam permasalahan yang ada.

Terlepas dari alasan itu semua, bagaimanapun juga pekerjaan sebagai seorang pemimpin adalah sebuah tugas mulia yang harus dijalani. Berangkat dari hal itulah saya berharap agar seorang ahli statistika pun bisa berperan dalam membantu memenangkan seorang pemimpin yang memang sepatutnya memimpin negeri ini menuju perbaikan. Bukan hanya pemimpin yang dapat menang dalam pertarungan opini di media, tapi juga seorang pemimpin yang benar-benar memiliki kapasitas dan integritas yang tinggi. Artinya di sini seorang ahli statistika pun memiliki andil yang cukup besar dalam memenangkan seorang calon presiden atau pemimpin.

Dalam pertarungan pemenangan pesta demokrasi ini, kita bisa juga melihat bahwa ada sebuah kekuatan besar dalam meningkatkan elektabilitas SBY ini yaitu media. Sebagai pilar keempat demokrasi, media telah mengambil peran yang cukup strategis dalam perubahan di negeri ini. Bagaimanapun juga, opini publik merupakan salah satu kekuatan yang ampuh dalam sistem pemerintahan demokrasi. Sehingga untuk mencapai tujuan itulah media tampil untuk mengarahkan opini publik. Di sinilah kita melihat ada sebuah ketimpangan bahwa kekuatan media dapat mengalahkan dominasi dari kekuatan 3 pilar demokrasi utama yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Tapi coba kita lihat, bagaimana sebuah media itu bisa memenangkan opini publik. Di Negara demokrasi seperti Indonesia ini, terdapat berbagai macam media baik cetak maupun elektronik. Dan hanya media yang memiliki kemasan menarik, dapat membaca kebutuhan pasar, memiliki data yang valid dan dapat dipercayalah yang dapat memenangkan opini publik tersebut. Dengan mendapat kepercayaan publik, maka sebuah cita-cita, tujuan, atau kepentingan dari pihak tertentu pun akan mudah diraih melalui penguasaan media.

Dalam hal ini, kita akan membatasi beberapa bagian yang akan menjadi topik pembahasan kita yaitu seperti apa peranan ilmu statistika itu sendiri dalam memenangkan pesta demokrasi ini. Serta langkah-langkah apa yang bisa dilakukan oleh para ahli statistika dalam menyukseskan pemilihan umum di negeri ini serta memilih seorang pemimpin yang memang tepat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan mendesak bangsa ini.

 

 

Peranan Statistika

Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. (Ronald E. Walpole, Pengantar Statistika).

            Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah ‘statistika’ (bahasa Inggris: statistics) berbeda dengan ‘statistik’ (statistic). Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data.

Untuk menjawab persoalan kepemimpinan tadi, data dan informasi tentu saja menjadi senjata utama yang bisa dimiliki oleh seorang ahli statistika untuk memenangkan pesta demokrasi ini. Hal itu dikarenakan, media publik juga menggunakan data yang valid untuk bisa memenangkan opini publik. Karena masayarakatpun akan lebih melihat rasionalitas dari opini yang diajukan dan tentu saja berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Yang harus diketahui oleh seorang calon pemimpin atau tim kampanye ketika akan mencalonkan adalah bagaimana membaca kondisi masyarakat Indonesia. Kondisi yang digambarkan disini pun harus jelas dan terperinci misalnya keadaan ekonominya, mata pencahariannya, keadaan keluarga, dan lain-lain. Data-data seperti ini tentu saja sangat penting sehingga kampanye yang dilakukan oleh seorang calon presiden bisa tepat sasaran dan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat setempat. Dengan data yang valid pula kita dapat menentukan langkah strategis apa yang selanjutnya bisa digunakan dalam kampanye ini. Tentu kita juga tidak dapat menyamaratakan strategi yang akan diterapkan pada kondisi masyaraat yang berbeda-beda. Dalam hal inilah perlunya memetakan kondisi masyarakat lokasi kampanye politik yang akan dilakukan.

Kondisi sebuah masyarakat juga penting agar berita yang dikemas oleh media saat kampanye pun bisa lebih efisien. Dengan kemasan yang tepat dan bisa membaca selera masyarakat, tentu kampanye kita akan mudah diterima di lingkungan masyarakat sekitar.

 

Langkah-langkah Pemenangan

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan pengumpulan data. Sumber pengumpulan data pun bisa beraneka ragam, baik itu data primer (wawancara, quisioner) ataupun melalui data sekunder (BPS, Lembaga survey). Setelah data itu terkumpul dengan baik, seorang ahli statistika akan berperan untuk menganalisis data tersebut sebagai langkah perencanaan strategi. Analisis yang digunakan pun bisa bermacam-macam tergantung jenis data serta apa yang ingin di interpretasikan dari data tersebut. Karena masing-masing jenis data tentu ada metode analisisnya tersendiri untuk mendapatkan kesimpulan yang tepat.

Misalnya untuk mengetahui seberapa besar pengaruh ekonomi rakyat dengan tingginya tingkat partisipasi politik. Untuk kasus seperti itu, kita dapat menggunaakan analisis regresi atau semacamnya. Melalui analisis regresi ini tentu kita akan mendapatkan sebuah kesimpulan besarnya hubungan antara kedua variable tersebut. Dengan kesimpulan yang ada baru kita dapat melangkah ke tahap selanjutnya untuk menentukan strategi yang efisien. Ketika kesimpulan yang didapat ternyata menunjukkan bahwa masyarakat berekonomi rendah memiliki partisipasi politik yang rendah juga. Oleh karena itu, yang harus dilakukan dalam kondisi masyarakat dengan perekonomian rendah yaitu dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui berbagai inovasi perekonomian. Dengan begitu kampanye yang kita lakukan pun akan lebih efisien untuk menarik massa.

Langkah selanjutnya yaitu seorang ahli statistika akan berperan dalam menyajikan atau menginterpretasikan data yang sudah dianalisis tadi agar bisa dibaca dengan jelas oleh masyarakat awam. Tentu dengan penyajian yang lebih sederhana baik berupa gambar grafik maupun penjelasan argumentatif dari data kuantitatif yang sudah dikumpulkan. Dengan presentasi yang jelas, publik akan lebih mudah mengetahui dengan jelas seperti apa maksud dari data yang ditampilkan.

Dengan data yang valid dan dapat dipercaya, (kita bahkan bisa membuat seorang ahli statistika bahkan bisa menjadi konsultan pemenangan pemilu). Karena hanya seorang ahli statistikalah yang bisa menginterpretasikan data mentah tersebut dengan benar. Hasilnya terciptalah sebuah strategi kampanye yang dahsyat untuk pemenangan pemilu presiden maupun pemilu legislatif di negeri ini. Strategi yang tepatlah yang dapat menarik opini publik sehingga bisa mendukung atau memenangkan calon yang kita usung.

Dari sini bisa kita lihat bahwa ternyata seorang ahli statistika pun bisa menjadi orang yang begitu berpengaruh ketika ilmu yang dimilikinya bisa digunakan untuk hal-hal yang besar seperti memenangkan pemilihan presiden RI.

Di negara dengan demokrasi yang telah maju, selalu ditandai kehadiran lembaga survei atau polling yang kuat. Di AS misalnya ada GALLUP POLL, HARRIS POLL, ROPER atau CROSLEY POLL. Lembaga-lembaga survey ini akan berguna untuk mengukur apa yang dipikirkan oleh masyarakat, agaimana mereka menilai kebijakan pemerintah, dan apa pendapat (opini) serta harapan mereka terhadap pejabat/politisi maupun institusi yang ada. Survei opini publik membantu mendekatkan keputusan-keputusan publik dengan aspirasi publik, dan elit mengetahui keputusan-keputusan yang kurang populer tapi harus dibuat sehingga perlu dijelaskan kepada publik secara luas. Dengan demikian, pemerintahan demokrasi akan menjadi semakin legitimate, stabil, bertanggungjawab, dan efektif.

Di Indonesia pun sudah mulai bermunculan berbagai lempaga survey. Lembaga survey ini akan mendekatkan aspirasi rakyat dengan pemerintah. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, lembaga survey bisa mendata kondisi masyarakat serta harapan mereka kepada pemerintah. Sehinga pemerintah pun bisa lebih demokratis dalam mengurusi permasalahan bangsa yang mendesak. Ilmu Statistika tentu saja berada dibalik lembaga survey ini dalam pengolahan data hingga interpretasinya.

 

Kesimpulan

            Statistika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang bisa bermanfaat dalam berbagai aspek kehidupan. Baik itu ekonomi, sosial, budaya, bahkan politik, ilmu statistika masih sangat diperhitungkan. Dengan sistem demokrasi yang sedang digunakan oleh Indonesia, ternyata statistika pun memiliki peran tersendiri dalam menyukseskan pesta demokrasi di negeri ini. Pemimpin yang tegas dan berani yang diharapkan oleh rakyat Indonesia juga bisa dimenangkan oleh seorang ahli statistika.

            Dalam hal ini, tentu ada banyak sekali keberhasilan ketika seorang ahli statitika bisa memenangkan seorang pemimpin yang diharapkan rakyat. Berbagai permasalahan yang melilit bangsa ini baik dari pendidikan, kemiskinan, pengangguran bahkan korupsi sekalipun bisa diselesaikan oleh seorang pemimpin yang benar-benar tegas dan berani untuk menyelesaikannya. Bukannya bekerja demi mencari ketenaran semata. Pada titik poin inilah seorang ahli statistika akan bisa menciptakan sebuah keberhasilan besar bagi bangsa ini.

            Dengan penguasaan akan data yang valid, statistika dapat menentukan strategi kampanye yang tepat dalam pemilihan seorang pemimpin. Melalui metode pengumpulan data, analisis yang tepat, hingga interpretasi data merupakan salah satu keahlian dasar yang dimiliki oleh seorang ahli statistika yang dapat bermanfaat bagi kemenangan dalam pemilu presiden maupun legislatif. Karena dengan data itulah kita dapat menguasai media yang juga merupakan sebuah sarana untuk menguasai opini publik.

            Semoga para ahli statistika ke depannya dapat membaca peran ini dengan baik sehingga bisa melahirkan pemimpin-pemimpin yang adil bagi negeri ini. Indonesia telah lama sekali menanti seorang pemimpin yang dengan beraninya bisa menolak kapitalisme dan imperialisme Amerika yang sedang menguasai Indonesia. Sekaranglah saatnya kita sebagai ahli statistika untuk mewujudkan hal tersebut. Mewujudkan Negara Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

 

Daftar Pustaka

Walpole. Ronald,E. 1995. Pengantar Statistika edisi ke-3. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka   Utama.

Matta, M. Anis. 2007. Menikmati Demokrasi. Jakarta. Insan Media Publishing       House.

http://metronews.fajar.co.id/

http://www.lsi.or.id/

http://www.lintasberita.com/

http://id.wikipedia.org/

 

(Juara 2 lomba esai nasioal Statistika Ria 2010)

Iklan