Perhelatan akbar PEMIRA UGM telah berhasil dilewati di tahun 2011 ini. Sebuah pembelajaran politik yang sangat berharga bagi kader-kader KAMMI-PB dalam mengaplikasikan ilmu-ilmu yang dimilikinya. Pembelajaran perpolitikan di kampus UGM ini semoga bisa menjadi bekal bagi kader KAMMI-PB sebelum benar-benar terjun ke masyarakat.

Saat ini, kita belum melihat sistem pemerintahan yang ideal di negeri ini, terutama fungsi kontrol terhadap penguasa belum berjalan maksimal, baik fungsi kontrol yang dilakukan oleh masyarakat maupun oleh parlemen sendiri. UGM sebagai miniatur kecil Indonesia seharusnya mencontohkan perpolitikan yang baik, cerdas, dan sehat. Sistem pemerintahan mahasiswa dengan multipartai dan DPM yang sudah dicetuskan oleh para alumni UGM pada tahun 1999 merupakan tonggak untuk mewujudkan perpolitikan kampus yang baik, cerdas, dan sehat. Dengan sistem multipartai dan DPM ini, ada fungsi kontrol yang jelas terhadap pemerintahan BEM KM UGM dari mahasiswa dan partai mahasiswa melalui legislatif. Sehingga ruang-ruang dialektika, kritik, dan diskusi yang membangun terus terbuka lebar di pemerintahan mahasiswa.

Berdasarkan SK KPRM nomor 10/KPRM/XII/2011 maka Presiden Mahasiswa UGM yang terpilih tahun ini adalah Giovanni Van Empel dari partai Future Leaders Party. Dan berdasarkan SK nomor 11/KPRM/XII/2011, perolehan kursi Dewan Perwakilan Mahasiswa UGM adalah

  1. Partai Bunderan                                : 8 kursi
  2. Partai Macan Kampus                     : 4 kursi
  3. Partai Sayang Mama                       : 3 kursi
  4. Partai Kampus Biru                          : 3 kursi
  5. Partai Future Leaders Party         : 2 kursi
  6. Partai Balairung                                 : 1 kursi
  7. Partai srikandi                                    : 1 kursi
  8. Partai Boulevard                               : 1 kursi

dengan total kursi DPM sebanyak 24 kursi, termasuk 1 kursi kosong.

Hasil Pemira 2011 ini tidak jauh berbeda dengan pemira 2010 yang mengantarkan Luthfi Hamzah Husein sebagai Presiden Mahasiswa dari jalur Independen. Partai Bunderan menang di legislatif, akan tetapi kalah di eksekutif. Tidak ada yang salah dengan kekalahan dalam pemira. Ini adalah proses yang harus di jalani dalam perjuangan demokratisasi kampus.

Kekalahan maupun kemenangan tentu tidak akan pernah menyurutkan niat dakwah para kader KAMMI-PB untuk terus berjuang. KAMMI dan Partai Bunderan percaya bahwa pada setiap Kader KAMMI-PB sudah tertanam paradigma Dakwah Tauhid, Intelektual Profetik, Politik Ekstraperlementer, dan Sosial independen. Di luar konteks kekalahan dan kemenangan, sudah sepantasnya dakwah kader KAMMI-PB terus berjalan, tidak mengenal ruang dan waktu, dimanapun dan kapanpun, segala upaya selalu dilakukan untuk menegakkan kalimat Allah.

Evaluasi Pemira 2011 ini menunjukkan kepada kita semua bahwa organ dakwah kita di UGM telah rapuh. Baik KAMMI maupun PB memiliki banyak kekurangan yang harus segera diperbaiki bersama. Kualitas kader yang menurun, loyalitas kader yang minim, perpecahan, dan berbagai masalah lainnya perlu segera diselesaikan. Kita butuh perubahan. Kita butuh perbaikan. Kita butuh pembaharuan dalam semua rencana strategis dakwah di kampus. Banyak momentum di 2012 ini yang tentu tidak boleh kita sia-siakan.

Berdasarkan analisis di atas, KAMMI-PB menegaskan bahwa:

  1. KAMMI-PB akan melakukan penguatan pada sistem kaderisasi kader. Bukan sekadar kuantitas, melainkan juga kualitas. Kader yang terjun di amanah publik harus bisa dipercaya oleh mahasiswa UGM lainnya. Sosok Muslim Negarawan yang menjadi output pengkaderan KAMMI harus dapat lahir dari kampus ini. Oleh karena itu, kader KAMMI-PB diharapkan turut memberikan sumbangsih ide, pemikiran, gagasan, dan kerja nyata untuk penguatan kaderisasi KAMMI-PB. Dan bagi kader yang tidak memegang amanah lembaga internal kampus di tahun 2012 diminta untuk terlibat aktif secara intens dalam kepengurusan dan agenda KAMMI-PB.
  2. Giovanni Van Empel sebagai Presiden Mahasiswa 2012 bukanlah Calon yang di usung dan di dukung oleh KAMMI-PB di Pemira kemarin, sehingga KAMMI-PB terlepas dari tanggung jawab untuk menyokong pemerintahan BEM KM UGM 2012. Hal ini juga terjadi seperti pemerintahan Luthfi Hamzah Husein sebelumnya.
  3. KAMMI adalah gerakan ekstra kampus yang bebas dari segala kaitan-kaitan dengan BEM KM. KAMMI akan fokus pada penguatan kualitas dan ideologisasi kader-kader yang beramanah di lembaga internal melalui berbagai macam program yang akan KAMMI tawarkan. Setiap kader juga bisa mengusulkan ilmu dan berbagai hal yang dibutuhkan di lapangan untuk difasilitasi oleh kaderisasi KAMMI UGM.
  4. KAMMI tidak melarang kadernya untuk berkarya di mana pun. Beberapa mantan PH KAMMI memang menjadi menteri di kabinet BEM KM 2012 seperti saudara Ahmad Rizky M. Umar dan saudari Retno Widyayanti, namun itu semua bukan atas instruksi dari KAMMI. Walaupun begitu, kader KAMMI yang ada di BEM KM tetap diharapkan untuk terus memperjuangkan dan membumikan ideologi KAMMI, sehingga nilai-nilai Islam bisa mewarnai aktivitas BEM KM UGM dan mewarnai mahasiswa secara keseluruhan.
  5. Partai Bunderan sendiri akan terus memberikan pembelajaran politik islam kepada mahasiswa UGM dan terlibat aktif di DPM KM UGM sebagai OPOSISI Pemerintahan BEM KM UGM. Partai Bunderan melalui DPM akan menghidupkan kembali fungsi DPM yang sebenarnya, yaitu sebagai pengawasan, legislasi, aspirasi, dan sebagainya. Setiap program dan kebijakan BEM KM akan terus diawasi dan dikritisi Partai Bunderan baik melalui jalur legislatif yang dimiliki maupun kader-kader Partai Bunderan secara langsung.
  6. Oposisi berbeda dengan permusuhan. Oposisi berbeda dengan kebencian. Kritik pun tidak sama dengan benci. Dan dinamika perpolitikan kampus sejatinya adalah pembelajaran. “Persaudaraan adalah watak Muamalah KAMMI” tetap akan menjadi prinsip dalam bergerak. Rumah KAMMI selalu terbuka untuk ruang diskusi semua kader KAMMI UGM Lintas Generasi.
  7. Isu-isu internal kampus dan platform yang diusung Partai Bunderan akan disampaikan dan dikomunikasikan kepada BEM KM UGM. Dan Partai bunderan akan terus mengawalnya sampai akhir kepengurusan melalui jalur legislatif yang dimiliki.
  8. Tugas dan kerja konkret Partai Bunderan tidak hanya pada saat Pemira saja. Partai Bunderan akan terus melakukan rekonsiliasi dan perbaikan, menjalankan program-program pelayanan serta program-program pendidikan politik Islam kepada mahasiswa UGM.
  9. Kebersamaan, loyalitas dan kesatuan gerak kader KAMMI-PB adalah hal yang sangat penting. KAMMI dan PB tidak ingin sikap-sikap kader yang melanggar keputusan Musyawarah Akbar KAMMI-PB dapat terulang lagi. Oleh karena itu jika ada hal-hal yang berbeda atau ada keresahan yang dirasakan, tolong segera dikomunikasikan dan kita musyawarahkan di internal KAMMI-PB. Jika ada permasalahan, maka mari kita selesaikan permasalahannya bersama-sama. Dengan begitu diharapkan gerak kita semua di KAMMI dan Partai Bunderan akan terus satu, baik yang di luar maupun di dalam organisasi.

 

 

Demikanlah sikap KAMMI dan Partai Bunderan UGM yang kami sampaikan. Semoga dapat dimengerti oleh segenap kader KAMMI dan Partai Bunderan UGM. Jika ada hal-hal yang ingin ditanyakan atau didiskusikan, bisa mendatangi ke sekretariat bersama KAMMI Komisariat UGM dan Partai Bunderan UGM atau langsung menghubungi CP di bawah ini.

Irwan (Ketua KAMMI UGM – 085729676699)

Anto (Presiden Partai Bunderan – 085742009400)

Sleman, 10 Januari 2012

Presiden Partai Bunderan UGM

ttd

Eva Nur Fitrianto

Ketua KAMMI Komisariat UGM

ttd

Irwan Rizadi

 

NB : khusus kader KAMMI-PB. Untuk publik umum akan disampaikan khusus oleh PB.

 

Iklan