Tag

Menjelang masa akhir kepengurusan di KAMMI ini benar-benar masa yang cukup menguras pikiran. Ketakutan akan pertanggungjawaban amanah yang begitu berat di akhirat kelak. Hingga ketakutan akan semakin banyak mudhorot dengan sistem yang akan saya tinggalkan. Sebagai Harakatu Tajnid dan Harakatu Amal, saya akan menyoroti KAMMI UGM pada 2 hal ini.

Pertama, harakatu amal yang akan saya perkuat di akhir kepengurusan ini adalah munculnya kemandirian ekonomi KAMMI UGM. Mungkin cukup berat dan tentunya membutuhkan waktu yang sangat panjang. Tapi ini bukan hal yang tidak mungkin dilakukan oleh sebuah organisasi ekstra sebesar KAMMI UGM. Bidang yang akan kami fokuskan di sini adalah pengembangan sosial enterpreneurship. Kegiatan sosial yang biasa kami lakukan untuk warga korban merapi kami tingkatkan menjadi kegiatan perekonomian warga. Di sini nantinya akan ada sistem bagi hasil antara warga merapi dan KAMMI UGM tentunya.

Kedua, harakatu tajnid yang menjadi basis dan kekuatan besar KAMMI. Permasalahan kuantitas dan kualitas kader menjadi sorotan utama kami di akhir kepengurusan ini. Dari segi kuantitas, terhitung 3 kali DM1 di kepengurusan ini belum mencapai angka 100 dari 50.000 mahasiswa di UGM. Kualitas kader pun menurun jika kita lihat bagaimana kader menjalankan setiap amanahnya di kampus.

Di sini, saya akan coba memfokuskan pembahasan di bagian kaderisasi. Dari segi kualitas, kader akan difasilitasi dengan 3 kali seminggu. Setiap senin sore akan difasilitasi khusus untuk kajian dan diskusi isu-isu kontemporer dari Departemen Kajian Keilmuan. Setiap rabu sore ada Madrasah KAMMI klasikal dari departemen kaderisasi yang akan memperkuat basis aqidah kader. Serta jum’at sore akan ada Kajian Siyasah Syaiah dari Partai Bunderan. Jika kajian ini bisa berjalan rutin tiap minggu, maka bukan hal yang mustahil semua kader KAMMI UGM akan dapat memenuhi IJDK nya.

Dari segi kuantitas, sistem korfak akan dibuat lagi. Terbukti, daya rekruitmen kader dengan sistem korfak ini sangat besar. Hal ini disebabkan karena akan ada banyak kader KAMMI yang bergerak di tataran fakultas untuk mengajak rekan-rekannya kut DM1 KAMMI. Sudah terbukti, bahwa banyaknya peserta DM 1 lebih kepada banyaknya ajakan dari kakak angkatan atau seorganisasi yang telah terlebih dahulu bergabung dengan KAMMI.

Pendirian sistem korfak ini sebenarnya harus melalui persetujuan forum Musyawarah Komisariat yang akan berlangsung mei nanti. Tapi, waktu 2 bulan itu bukanlah waktu singkat untuk mempersiapkan sitem korfak ini. Pertama saya mengumpulkan beberapa orang yang masih memiliki semangat membangun kaderisasi ini. Masing-masing dari mereka saya berikan tanggung jawab untuk mengumpulkan kader di fakultas sesuai rumpun mereka. Jadi, ada 18 pertemuan per fakultas yang akan di kunjungi oleh semua PH KAMMI. Dalam forum tersebut, harapan saya akan langsung membentuk sistem korfak. Rencananya akan ada 5 orang pengurus di masing-masing fakultas yang terdiri dari Koordinator, sekben, Kajian, Kaderisasi, dan perwakilan BEM/DPM.

Sistem korfak yang akan dibangun dalam bulan ini akan diuji ketangguhannya dalam penyelenggaraan DM1 terakhir di April nanti. Kita akan melihat seberapa besar rekruitmen kader melalui sistem korfak ini. Beban besar dakwah ada di pundak para punggawa KAMMI UGM saat ini. Semoga ikhtiar ini bisa mendapar ridho dari Allah SWT. Bismillah.

Komsat, 12 Maret 2012

Iklan