Hari ini aku mencoba meneropong akan kemana kakiku melangkah pasca kampus ini. Aku sudah mulai dapat melihat berbagai presimpangan yang harus aku pilih saat ini. Walaupun sebenarnya aku tahu Allah sudah menyiapkan rencana terbaiknya buatku. Tapi, bukankah kita harus berikhtiar dulu?

Selama dua hari ini di kampusku sedang berlangsung “CAREER DAYS UGM XI” . Sebanyak 75 perusahaan terlibat dalam momentum yang ditunggu-tunggu oleh para pencari pekerjaan. Indonesia memang saat ini masih belum maju. Sehingga momentum seperti ini menjadi incaran para mahasiswa yang baru lulus maupun yang sudah beberapa tahun menganggur.

Tak ketinggalan, aku pun mencoba ikut bersama seorang sahabatku. Begitu memasuki pintu gerbang tempat berlangsungnya kegiatan, entah kenapa ketertarikanku pada dunia kerja saat ini belum begitu menggelora. Sangat jauh sekali semangat yang aku rasakan ketika pertama kali memasuki dunia kampus. Perasaan yang bahagia akan menjadi mahasiswa. Nah, sekarang setelah predikat mahasiswa itu akan lepas dari diriku, aku seakan masih belum ingin pergi.

Beberapa perusahaan aku coba untuk mengamatinya sekaligus memasukkan lamaran. Sekali lagi, aku kali ini tidak dalam perasaan nyaman melakukan aktivitas ini. Aku tak tau mengapa. Apakah ini karena Aku masih berat untuk meninggalkan kampus? Ataukah karena Aku ingin melanjutkan studi lagi? Ataukah keinginan untuk berwirausaha? Dan mungkin juga karena masih ada sahabatku yang belum lulus dari kampus ini. Semua alasan itu sangat mungkin.

Sebagai seseorang yang dilatih menjadi pemimpin, tentu tak sewajarnya perasaan ini aku biarkan berkecamuk terlalu lama. Aku harus segera menentukan keputusan, persimpangan mana yang akan kupilih pasca kampus ini. Dakwahku di bumi Allah harus tetap berjalan. Mimpiku untuk segera memberikan kebahagiaan kecil bagi orang tuaku tidak boleh aku sepelekan. Dan semua mimpi indahku di dunia dan di akhirat kelak. Itulah yang menjadi pemacu semangat untuk segera ku menentukan arah kakiku melangkah.

Hidup harus memilih. Dan sepahit apapun pilihan itu, aku harus tegar menjalaninya. Aku adalah pemimpin yang akan membawa perubahan bagi bangsa ini. Aku harus menjadi solusi bagi permasalahan bangsa. Aku akan menjalani apapun pilihan itu. Dan aku yakin, aku harus berhasil.

Bismillah…

Iklan