Selesai melaksanakan ujian pendadaran skripsi ternyata belum lah akhir dari perjuangan menuju kelulusan. Hari ini juga tepat hari terakhir aku melaksanakan Ujian Akhir selama menjadi mahasiswa S1 di UGM. Ada sedikit perasaan bahagia di hati, karena aku akan segera mempersembahkan kelulusanku ini kepada kedua orang tuaku. Tapi, sedikit kebahagiaan itu tiba-tiba sirna pagi ini.

Pagi ini, Aku berencana mengumpulkan skripsi hasil revisi kepada salah satu dosen penguji. Karena dosen penguji yang satu baru bisa aku temui hari jum’at besok. Setelah menemui kedua dosen penguji ini baru kemudian aku minta tanda tangan ketua dosen penguji dan terakhir dosen pembimbing skripsi. Segera aku mengirim SMS untuk menanyakan keberadaan beliau di kantor hari ini. Kurang lebih percakapannya seperti ini.

Aku : “Assalamu’alaykum hari ini di kantor tidak Pak? Maaf mengganggu. Irwan”

Dosen : “Saya di Bandung ikut konferensi wan, mg depan jg nganter anak2 kkn ke belitung jd mgkn bln puasa aja wan”

Aku : “Waduh Pak.. saya mau ngejar wisuda agustus pak.. Terakhir yudisium 20 juli. Kapan tiba di jogja pak?”

Dosen : “Kemungkinan tgl 17 wan”

Aku : “Kalo sebelum ke lokasi kkn bisa gak pak? saya ke rumah bapak saja. Takut gak terkejar untuk yudisium pak”

Dosen : “Kalo mau ngejar harus ke belitung krn ini saya langsung dr bandung ke belitung gak ke jogja dulu”

Aku : “Kalo saya ke bandung aja bagaimana pak? kapan berangkat ke belitungnya pak? Hari ini saya bisa ke bandung”

Dosen : “Ya bisa aja, tp dengan saya tdk bisa 1x dpt ttd..harus ada yg diperbaiki. Saran saya kirim skripsi kamu ke email saya trus nanti saya lihat, trus kamu perbaiki sesuai permintaan saya, nanti tgl 17 mdh2an bisa sy ttd”

Aku : “Baik pak.. Pagi ini saya kirim ke email bapak.. Sore ini saya berangkat ke bandung pak.. Sekalian perbaikan di bandung saja pak.. ”

Dosen : “Saya tidak menyarankan kamu ke bandung.. sebaiknya ditunggu saja.. ”

Dosen : “Memilih kapan mau maju pendadaran dan berapa waktu tersisa untuk yudisium adalah bagian dari manajemen waktu kamu wan. memburu2 saya dan membuat asya tidak nyaman hanya akan berakibat buruk bagi skripsi kamu.. Bisa2 sy cabut keputusan kelulusan kamu dan kamu hrs mengulang..”

Aku : “Baik pak.. Saya akan menunggu.. Terima kasih pak.. maaf mengganggu kenyamanan bapak..”

Seperti itulah percakapan lengkap aku dengan dosen penguji pagi ini. Aku tidak tahu dimana letak ketidaksopanan bahasa sms itu. Aku tahu dosen tersebut adalah dosen yang sangat baik dan tidak pernah sebegitu marahnya. Mungkin karena belakangan ini aku tahu sekarang ada peraturan bahwa mahasiswa tidak boleh mengejar dosen untuk meminta nilai dan lain-lain.

Aku kaget. Keceriaanku sedikit memudar. Aku saat ini hanya masih bisa berharap dapat mengejar yudisium tanggal 20 juli besok. Bukan hanya karena aku ingin wisuda. Tapi lebih dari itu, aku tidak ingin kebahagiaan keluarga besarku yang akan datang di hari wisudaku agustus mendatang mendadak hilang hanya karena penantian tanda tangan dari salah satu dosen. Aku akan sangat menyesal jika hal ini terjadi. Ini semua benar-benar di luar perhitunganku selama ini.

Tapi satu hal yang pasti, Allah selalu punya rencana indah buat hambanya. Yang jelas sekarang aku masih berusaha memberikan yang terbaik buat kedua orang tuaku. Aku tak akan pernah berhenti berikhtiar hingga jalan itu akan benar-benar hilang. Walaupun saat ini aku tak tahu, harapan itu masihkah ada? Apapun yang terjadi nanti, semua sudah di atur dalam skenario indah-Nya. Yakinlah.

Wallahualam

SIC : L082 , 5 Juli 2012 pkl 14.25

Iklan