#SerialRamadhan

Berbagai macam ekspresi ditunjukkan oleh umat muslim dunia dalam menyambut datangnya Bulan suci Ramadhan. Ada yang senang karena akan memperoleh banyak ampunan dosa yang selama ini diperbuat. Ada yang ingin berhemat karena setiap hari bisa makan gratis di masjid. Bahkan mungkin ada yang takut karena akan merasakan lapar dan dahaga sepanjang hari selama sebulan penuh. Apapun ekspresinya, berpuasa di bulan Ramadhan tetap menjadi kewajiban bagi umat islam. Sesuai Firman Allah dalam Q.S Al-Baqarah : 183 :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu bertakwa.”

Penggalan ayat di atas sudah sangat jelas mewajibkan seorang muslim untuk berpuasa. Lantas kenapa masih ada yang mengaku beragama Islam, tapi belum berpuasa? Ya, perintah berpuasa di atas ditujukan hanya untuk orang-orang yang beriman yang ingin mendapatkan derajat ketakwaan di sisi Allah SWT. Derajat yang paling mulia di sisi Allah. Sehingga, sudah sepantasnya umat muslim merasa gembira ketika akan memasuki bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini.

Pada umumnya, ada 3 alasan mendasar yang membuat seorang muslim harus gembira menyambut datangnya bulan suci Ramadhan yaitu masalah, hajat, dan dosa. Semua muslim pasti memiliki ketiga alasan di atas, karena tidak ada muslim yang tidak berdosa, tidak memiliki masalah, serta tidak memiliki hajat. Oleh karena Ramadhan ini akan melahirkan orang-orang yang bertakwa, maka sepantasnya setiap muslim mempersiapkan sebaik mungkin jika ingin terlepas dari ketiga alasan di atas.

Pertama, setiap manusia di muka bumi ini akan diberikan oleh Allah berbagai ujian dan cobaan dalam hidupnya. Ada yang menganggapnya sebagai sebuah masalah. Ada juga yang menjadikannya sebagai hikmah dalam kehidupan. Dan tidak jarang yang terus larut dalam masalah yang sama dari rahun ke tahun. Allah berfirman, “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan bukakan jalan keluar baginya” (Q.S At Talaq : 2). Jadi, serumit apapun masalah yang kita hadapi, jika kita berhasil melewati Ramadhan ini menjadi Al-Muttaqun, maka Allah menjanjikan jalan keluar dari setiap masalah yang kita hadapi.

Dalam Ayat berikutnya, Allah mempertegas kembali dalam Firman-Nya : “Dan barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam segala urusannya.” (Q.S At Talaq : 4). Bahkan masih banyak lagi dalam ayat-ayat Al-Qur’an lainnya atas janji Allah untuk orang yang bertakwa. Jika ada seorang muslim yang dari tahun ke tahun tidak pernah selesai masalah yang sama, maka silahkan evaluasi amalan Ramadhannya. Orang-orang seperti itulah yang tidak memanfaatkan momentum Ramadhan untuk mencapai derajat ketakwaan.

Kedua, setiap orang senantiasa memiliki hajat dalam hidupnya. Ada yang ingin menjadi kaya sehingga bisa mendermakan hartanya di jalan dakwah. Ada yang ingin melanjutkan studi hingga tingkat tertinggi. Ada juga yang “galau” ingin segera menikah tapi belum memiliki kepantasan finansial. Firman Allah : “dan Dia memberinya Rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (Q.S At Talaq : 3). Tidak pantas bagi seorang muslim untuk tidak meyakini bahwa Allah lah pemilik apa yang ada di langit dan di bumi. Jadi apapun yang kita inginkan insya Allah akan tercapai. Hanya saja membutuhkan kesabaran jika belum diberikan, dan bersyukur ketika nikmat itu kita dapatkan.

Terakhir, sudah menjadi fitrah manusia pernah berbuat kesalahan dalam aktivitasnya. Sehingga tidak ada manusia yang luput dari perbuatan dosa. Tetapi, Allah memberikan jalan taubat untuk setiap hambanya yang berbuat kesalahan. Nah, bulan Ramadhan ini juga menjadi jalan untuk mencapai derajat Takwa yang akan menghapus kesalahan-kesalahan yang kita perbuat. Allah berfirman : “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya.” (Q.S At Talaq : 5).

Dari uraian singkat di atas, sungguh Allah memberikan barokahnya yang luar biasa di bulan Ramadhan yang suci ini. Jika kita memiliki masalah, hajat, dan dosa, maka manfaatkanlah momentum Ramadhan ini untuk menjadi Al-Muttaqun. Jangan sampai kita akan menjadi orang yang merugi karena tidak memanfaatkan momentum Ramadhan ini sebaik-baiknya. Masih ada 26 hari lagi di bulan Ramadhan. Yuk, segera kita evaluasi amalan kita beberapa hari ini untuk terus ditingkatkan. Karena setiap hari harus selalu ada perbaikan. “Learning is Fun!”

Iklan