Di tahun terakhir aku kuliah, akhirnya bisa merasakan liburan di kampung halaman. Oleh karena aku masih tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, liburan sekali dalam setahun sudah sangat menggembirakan untukku. Mungkin akan berbeda dengan teman-teman saya yang  memang berasal dari Pulau Jawa juga. Mereka bisa merasakan liburan dan bertemu keluarga lebih intens dibanding aku. Tapi, aku juga masih termasuk beruntung, karena di satu sisi masih ada beberapa temanku yang hingga di tahun ke-5 kuliah pun belum pernah merasakan mudik ke kampung halamannya.

Liburan kali ini sangat berbeda aku rasakan dari liburan-liburanku sebelumnya di Sumbawa. Di tahun sebelumnya, masa liburan sebagian besar aku manfaatkan untuk berdiam di rumah dan sesekali silaturrahim dengan rekan-rekan alumni SMP dan SMA. Biasanya menyelenggarakan buka puasa bersama atau sejenisnya. Tiap tahun pun aku hampir selalu kebagian job untuk jadi ketua panitia penyelenggara. Sederhana sih karena hanya mengundang rekan-rekan sekelas. Aku pun menikmatinya, karena artinya teman-teman masih mempercayakanku sebuah tanggung jawab kecil.

Nah, liburan kali ini aku sebut istimewa karena mendapat kesempatan silaturrahim dengan saudara muslim yang sedang sama-sama berjuang di jalan dakwah. Aku sebut jalan dakwah karena setiap aktivitas mereka senantiasa selalu ditujukan untuk Allah SWT, jauh dari keinginan duniawi. Sehari setiba di Sumbawa aku melihat ada bendera KAMMI berkibar di pusat kota. Belakangan aku mendapat kabar bahwa hari itu telah dideklarasikannya KAMMI Komisariat Sumbawa. Mendengar kabar itu, aku kemudian mencari tahu siapa saja aktor di balik lahirnya KAMMI di Sumbawa.

Berbekal sedikit jaringan yang aku miliki, tidak begitu sulit untuk mengetahui siapa ketua KAMMI pertama dan kader-kader KAMMI yang sedang aktif di Sumbawa. Aku pun menyempatkan untuk silaturrahim dan sedikit diskusi mengenai kabar-kabar di Sumbawa. Ada yang sedang menjadi ketua BEM dan ada juga yang sedang menjadi ketua LDK. Aku pun di undang dalam acara temu kader di Sumbawa. Di forum itu pun aku sempat berkenalan lagi dengan kader-kader KAMMI yang sebaya. Aku semakin menemukan banyak saudara sefikroh di Sumbawa.

Yang paling berkesan, pagi ini aku diundang dalam sebuah kajian keislaman. Pembicaranya adalah ustad Patompo yang merupakan salah satu calon Gubernur NTB 2013-2018 mendatang. Begitu datang ke lokasi kajian, aku langsung disodorkan untuk menjadi moderator acara. Awalnya sempat kaget, karena ini forum kajian pertamaku di Sumbawa di lingkungan yang mungkin sedikit asing. Tapi, dalam hati aku bersyukur karena bisa bermanfaat di lokasi aku berada sekarang. Begitu selesai acara pun aku ditawarin untuk jadi moderator tetap dalam setiap kajian.

Alhamdulillah, ukhuwah yang indah di antara sesama kader KAMMI di seluruh Indonesia. Aku seakan-akan menemukan lagi suasana indahnya ukhuwah yang aku rasakan di Jogja. Sepertinya ini akan menjadi liburanku yang paling berkesan. Karena liburanku tidak hanya akan aku habiskan di rumah. Sebenarnya ikhwah di sini juga memintaku untuk menjadi guru di beberapa sekolah. Sayangnya aku masih mau melanjutkan studiku lebih lanjut. Tapi, aku bersyukur bisa diterima dengan baik di sini. Di kampung halamanku yang akan menjadi ladang pengabdianku kelak setelah tuntutanku akan ilmu pengetahuan berhasil aku tuntaskan.

Sumbawa, 2 Agustus 2012

Iklan